VCT Batch 4
Oleh : Yuliyanto
#menemubaling
#instruktur_batch4
Pengalaman seru mengikuti Virtual Coordinator Training Batch 3, menggugah semangat untuk ikut menyebarluaskan keseruan yang telah dirasakan. Keseruan yang benar-benar alami dan memikat bersamaan dengan ilmu yang didapat.
Diklat dalam jaringan yang diselenggarakan oleh SEAMEO SEAMOLEC benar-benar menggugah selera untuk memenuhi hausnya akan ilmu. Dan ibarat meminum air laut, hausnya untuk mendapatkan ilmu tidak pernah terobati, selalu saja ada yang baru dan selalu saja ada yang belum pernah dipelajari. Tiada pernah akan terpuaskan.
Berpacu dengan waktu, mensiasati kesibukan, dan tidak pernah menemui kebosanan, untuk menggapai sesuatu. Kebaikan ini haruslah disebarluaskan.
Mendampingi teman-teman peserta VCT Batch 4 untuk zona DIY Jateng yang tergabung dalam grup 78.10 cukup seru juga. Walau tinggal di Sleman, saya ditugaskan mendampingi teman-teman untuk Kota Jogja.
Offline Meeting
Gebrakan yang cukup baik, yakni dengan diadakannya pertemuan offline, yang mana hal ini di angkatan sebelumnya belum pernah dilaksanakan. Harapannya kelulusan semakin baik.
Bertempat di SMA Negeri 7, pertemuan offline dilaksanakan dihadiri 90% peserta kelompok kota Jogjakarta. Pendampingan teknis dilaksanakan dengan baik, beberapa peserta terlihat sangat antusias.
Daftar hadir,..... ya daftar hadir kali ini dengan menggunakan QR Code. Sebuah cara baru dalam mendeteksi kehadiran para peserta. Walaupun para instruktur masih baru dalam hal ini, alhamdulillah penggunaan QR Code untuk presensi kehadiran berjalan lancar. Tentu saja beberapa waktu sebelumnya telah dilakukan perburuan cara-cara untuk menggunakan presensi kehadiran.
Video Conference yang dilaksanakan tersentral dari Jakarta oleh Bapak Gatot, awalnya berjalan lancar. Laptop yang ditayangkan dengan proyektor bisa mengakses dengan bagus termasuk suara, namun seiring berjalannya waktu ternyata "terlempar" juga, dan begitu susahnya masuk ke jaringan online lagi. Kuota 1000 orang, masih belum cukup untuk mewadahi antusias dari para peserta untuk mengikuti video conference secara langsung dengan teman-teman jaringan seluruh Indonesia.
Akhirnya pertemuan dilanjutkan untuk bimbingan pendampingan teknis. Bagaimana mengakses webex, bergabung dalam sebuah konferensi, maupun bagaimana memiliki akun webex, menjadi materi yang cukup menarik. Dilanjut dengan materi bagaimana menjadi host, menjadi presenter, maupun menjadi moderator, semuanya dilakukan dengan praktek sendiri dan didemonstrasikan oleh para peserta.
Tentu saja tidak memungkinkan jika seluruh materi disampaikan dalam pertemuan offline tersebut, oleh karena itu akan di adakan bimbingan online oleh instruktur masing-masing ataupun instruktur bersama.
Klinik VCT
Ada waktu sekitar 3 hari Untuk melaksanakan persiapan sebelum jadwal VCT dilaksanakan. Jadilah dibuat acara klinik VCT. Klinik dilaksanakan beberapa kali dengan materi yang berbeda. Beberapa instruktur membagi tugas untuk menyampaikan materi dan trouble shooting untuk diketahui dan diikuti oleh para peserta.
Antusiasme peserta sangat bagus, beberapa di antaranya memang terkendala masalah sinyal internet yang kurang baik, ada pula yang dikarenakan perangkat yang kurang support terhadap kebutuhan tampilan. Namun dengan ketelatenan semuanya hampir bisa dipastikan dapat mengikuti klinik dengan baik.
Klinik dengan video conference masih belum terpuaskan, akhirnya klinik pun dilanjutkan dengan grup WhatsApp. Baik grup besar maupun grup kelompok kecil, terpantau adanya diskusi yang menarik dan ini menunjukkan minat para peserta sangat bagus untuk mengikuti kegiatan ini.
On air On line
Kendala waktu disiasati oleh para peserta dengan segera berusaha tampil di awal waktu. Pelaksanaan yang hampir bersamaan dengan libur Idul Fitri dan sekolah menyebabkan kesibukan keluarga yang kadangkala menjadi kendala dalam pelaksanaan. Bahkan saya melaksanakan bimbingan atau pendampingan saat perjalanan mudik menuju keluarga tercinta di Jawa Barat. Dan semuanya seringkali terkendala masalah sinyal di perjalanan yang hilang. Dan beruntung pula para peserta cukup memaklumi keadaan saya.
Tidak hanya para peserta, beruntung pula keluarga saya memahami kesibukan ketika saya harus mendampingi peserta yang tampil dalam jadwal on air VCT mereka, bahkan kadang-kadang sedang bertamu atau menerima tamu.
Jadwal yang begitu padat kadangkala bertabrakan antara satu peserta dengan peserta yang lain. Namun beruntung Alhamdulillah,beberapa diantaranya bisa diikuti dengan baik dan semoga tidak mengecewakan para peserta.
Kelulusan Cukup
Secara pribadi dari 14 kelompok kecil yang saya bimbing, tidak semuanya berhasil. Kesibukan masing-masing menyebabkan hanya 6 orang yang bisa mengikuti dan berhasil lulus. Belum begitu menggembirakan, namun 8 orang yang belum lulus tersebut sudah dihubungi dan didampingi secara pribadi maupun dalam kelompok.
Tidak mudah ternyata memotivasi orang lain untuk segera bergerak,dimungkinkan ada beberapa kendala yang bersifat pribadi sehingga memang tidak bisa mengikuti dengan baik. Ada yang karena keluarga sakit, ada yang karena kesibukan akhir tahun maupun Idul Fitri, ada pula yang karena permasalahan sinyal, dimungkinkan ada pula yang karena malu.
Kelompok kecil dari instruktur yang lain ada yang hampir 100% lulus, cukup membuat iri sebenarnya. Namun apa boleh buat, inilah kelompok kecil saya yang memang tidak bisa lulus 100%.
Semoga menginspirasi instruktur untuk angkatan berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar